Jurai Siwo Corner
Senin, 23 November 2015
Selasa, 17 November 2015
JSC Bedak Konsep Kalender islam Internasional
Metro, Pojoksamber.com- Senin sore (16/11) Jurai
Siwo Corner (JSC) menggelar bedah pemikiran Muhammad Ilyas tentang Kalender Islam
Internasional. Materi disampaikan oleh Syakirman, MSI
yang merupakan dosen STAIN Jurai Siwo Metro.
Mengawali materi, Syakirman berbicara tentang
sepinya budaya melingkar di kota Metro terutama di kampus-kampus. Padahal,
kampus seharusnya sebagai lahan subur tumbuh kembang budaya intelektual. “Jurai
Siwo Corner ini sebagai pioner budaya intelektual di STAIN”, Ujar Syakir kepada
pojoksamber.com
Berbicara tentang kalender Islam,
di Indonesia belum ada kata sepakat dari masing-masing ormas keagamaan untuk
membuat satu kalender sebagai pedoman. Masih terjadi perbedaan dalam penentuan
hari-hari penting dalam ritual keagamaan seperti penentuan awal Ramadhan,
Syawal dan Zulhijjah.
Perbedaan ini, lanjut Syakir, disebabkan oleh
perbedaan paradigma, pandangan, metodologi dalam penentuan kalender
Islam. Ada yang menggunakan metode melihat hilal atau metode
hisab. Wajar jika kemudian akan ada perbedaan-perbedaan, tetapi jangan sampai
perbedaan itu memecah umat Islam di Indonesia.
Perbedaan
memang sudah menjadi keniscayaan, tetapi jika perbedaan dalam penentuan tanggal
atau kalender dipengaruhi ratik menarik kepentingan, baik politik, sosial atau
ekonomi maka ini yang menjadi masalah baru, terang Syakir.
Oleh karena itu, Muhammad Ilyas ilmuan asal
malaysia menawarkan univikasi kalender internasioanl. Mohammad Ilyas
memperkenalkan konsep Garis Tanggal Kamariah Antar Bangsa (International
Lunar Date Line). Garis tersebut dihubungkan antar wilayah guna
mendapatkan keseragaman hilal. Mohammad Ilyas membagi bumi menjadi tiga zona
kalender yaitu benua Amerika, Eropa dan Asia-Paific.
Konsep Kalender Islam Internasional
Mohammad Ilyas masih terkendala pada Garis Tanggal Kamariah Antar Bangsa (International
Lunar Date Line) yang bersifat tidak tetap setiap bulannya. Kondisi ini
berbeda dengan garis tanggal dalam Kalender Masehi yang menggunakan penanggalan
Matahari. Garis tanggal dalam kalender ini disepakati pada bujur 180°.
Pendefinisian masalah hari untuk memulai tanggal satu dalam Kalender
Islam juga masih terkesan rancu, selama ini pergantian
hari pada Kalender Masehi dimulai pukul 00.00, sedangkan dalam Kalender Hijriah
dimulai setelah Magrib.
“Walaupun masih terjadi kendala, sebagai
intelektual ada tanggung jawab untuk melanjutkan”. Kemudian diskusi di tutup
dengan kutipan dari Muhammad Ilyas “…Dunia Islam akan Menemukan Seorang Julian
Untuk Menyatukan takwimnya”.
Penulis:
Lukman Hakim
Senin, 16 November 2015
Senin, 02 November 2015
Senin, 26 Oktober 2015
Rabu, 21 Oktober 2015
Jurai Siwo Corner, Upaya Menghidupkan Budaya Intelektual Kampus
Metro, Pojoksamber.com – Dosen STAIN Jurai Siwo Metro Dharma Setyawan dan Dri Santoso menggagas komunitas diskusi epistemik bernama Jurai Siwo Corner.
Dri menjelaskan, Jurai Siwo Corner bertujuan menghidupkan budaya
intelektual di lingkungan kampus STAIN Jurai Siwo Metro. Ke depan, Jurai
Siwo Corner berencana melaksanakan kegiatan berupa diskusi, bedah buku,
kelas menulis, dan pemutaran film dokumenter.
“Saya memandang perlu dibangun komunitas epistemik agar budaya
intelektual di STAIN kembali menggeliat,” ujar Dri saat peluncuran Jurai
Siwo Corner, Selasa (20/10/2015).
Peluncuran Jurai Siwo Corner dilakukan dengan pemutaran film dokumenter Nomor Piro Wani Piro (NPWP) di gedung N4 STAIN Jurai Siwo Metro. Selain dihadiri mahasiswa, tampak juga Komisioner KPU Metro Nur Muhammad.
Nur menjelaskan potensi pemilih muda dan pemilih pemula kepada para
mahasiswa. Pemuda, utamanya mahasiswa, harus setingkat lebih tahu
tentang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, termasuk di Metro,
yang akan digelar 9 Desember 2015 mendatang. “Siapa saja calonnya harus dikenal sejak dini. Agar nantinya, tak salah pilih,” kata Nur.
Sementara, Dharma menerangkan, pemuda harus memiliki cara kreatif
untuk melawan “kegilaan” yang sedang melanda dunia politik. “Jika tidak
melawan, maka kita merupakan bagian dari kegilaan itu,” tutur Dharma
Masalah kultural seperti politik uang, lanjut Dharma, harus dilawan
dengan gerakan subkultural. Di mana, gerakan tersebut harus diupayakan
bersama. Mahasiswa sebagai bagian dari intelektual pun harus melawan.
Penulis: Lukman
Sumber: http://www.pojoksamber.com/peluncuran-jurai-siwo-corner/
Langganan:
Komentar (Atom)























